Menurut Kantor Berita ABNA, mengekor pada pencetakan foto Nabi secara tidak terhormat oleh Lembaga Pendidikan ISCI sebuah percetakan buku pendidikan di India, pimpinan persatuan kawasan Atarparadis India dan Dewan Kerukunan Penetapan Hukum menuntut pemerintah agar meminta maaf pada umat Islam. Doktor Aziz Khan meminta pada Kupal Sabl pimpinan utama bidang kemanusian India untuk melakukan permintaan maaf, Doktor Aziz Khan juga memberikan tanggapan tegasnya pada penulis buku tersebut.
Berdasarkan laporan ini umat Syiah dikawasan ini juga melakukan aksi di depan Yayasan Chota Imambada dalam aksi di India patung Kupal Sabl mereka bakar.
Pihak Ahlu Sunnah juga telah mengirimkan bentuk protes mereka pada lembaga pendidikan ISCI serta menuntut tegas pada penulis buku tersebut.
Berita lain disampaikan bahwa dalam penyerangan pada rumah Taslim Ahmad Saifi anggota kepolisian telah merebut Quran yang sedang dibaca putri Saifi dan juga melecehkan Quran yang telah direbut tersebut.
Wartawan ABNA menyampaikan bahwa menanggapai penghinaan pada Qur’an ini warga kota ini telah turun kejalan, dalam aksi ini mereka menampakkan kemarahan atas penghinaan pada kitab suci Al-Qur’an. Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam mereka berusaha melarang masyarakat untuk berdemonstrasi di jalan, akhirnya terjadi perseteruan diantara mereka dan dari perseteruan dengan polisi puluhan warga kota itu mengalami luka-luka.
Sebagian melaporkan bahwa beberapa orang telah meninggal dalam perseteruan antara warga demonstran dengan para polisi kawasan.
Selepas penembakan pada demonstran masyarkat warga kawasan Murdabad tersebut pun menjadi semakin marah. Mereka membakar mobil-mobil polisi.(*)